Metode Pengambilan Aqidah Islam

 Metode Pengambilan Akidah Islam Ini Wajib Kita Ketahui!


Akidah Islam adalah akidah shahihah (akidah yang benar). Akidah ini berdiri di atas metode istimewa dalam hal pengambilan akidah dan pendalilannya.

Metode yang dimaksud adalah metode yang ditempuh oleh Salafus Shalih (generasi pendahulu yang shalih) dari kalangan para sahabat dan para ulama yang mengikuti mereka dengan baik. Dan metode ini berdiri di atas pokok-pokok sebagai berikut:

1. Sumber Utama Pengambilan Akidah Terbatas Pada Wahyu.

Yaitu dengan bersandar dengan Al-Quran dan Sunnah serta berpegang teguh dengannya, baik dalam hal keyakinan maupun amalan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.

Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”


(QS. An-Nisa: 59.)

Dan ijmak yang sah dari seluruh ulama umat ini juga termasuk salah satu sumber pengambilan Akidah Islam. Karena umat ini tidak akan bersepakat (ijmak) dalam kesesatan, dan karena ijmak yang sah pasti memiliki sandaran dalil dari Al-Quran dan Sunnah.

(Mabahits fii Aqidati Ahlissunnah wal Jama’ah, Dr. Nashir Abdulkarim Al-Aql, hlm. 28 dan Durus Muhimmah li ‘Ammatil Ummah fil Aqidah, Dr. Ahmad Shadiq An-Najjar, hlm. 10-11)

2. Pasrah Dan Menerima Apa Yang Datang Dari Wahyu (Al-Quran dan Sunnah yang Shahih) Dengan Memberikan Kepada Akal Kedudukan Dan Perannya Untuk Memahami Dan Merenungkan.

Karena akidah Islam dibangun di atas sikap pasrah dan menerima terhadap apa yang datang dari Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka tugas akal adalah merenungkan dan memahami nash-nash wahyu

Dan mengikuti atau menaati perintah dan larangan yang datang padanya, tanpa adanya penentangan terhadap nash-nash tersebut. Karena akal yang sehat tidak akan mungkin bertentangan dengan nash yang tegas dan shahih.

3. Tidak Membeda-Bedakan Antara Al-Quran Dan Sunnah Dalam Berdalil Untuk Masalah Akidah.

Al-Quran dan Sunnah keduanya adalah wahyu dari Allah. Maka tidak boleh membedakan antara keduanya dalam berdalil. Allah telah menjelaskan bahwa perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wahyu sebagaimana Al-Quran.

Allah berfirman yang artinya, “Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

(QS. An-Najm: 3-4)



4. Demikian Pula Tidak Membeda-Bedakan Antara Nash-Nash Sunnah Dalam Berdalil Untuk Masalah Akidah Dengan Menerima Yang Mutawatir Dan Menolak Yang Ahad.

Sikap seperti ini (membeda-bedakan antara mutawatir dan ahad dalam berdalil), tidak pernah dikenal di kalangan Salaf. Akan tetapi mereka meyakini dan mengamalkan semua yang shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka Sunnah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam semuanya adalah hujah yang berdiri sendiri dalam masalah akidah.

5. Bersandar dengan pemahaman para sahabat dalam memahami nash-nash dalil Al-Quran dan Sunnah.

Pemahaman yang benar terhadap dalil merupakan poin penting yang menentukan kebenaran istidlal dengan nash-nash dalil tersebut dalam masalah akidah.

Dan itu bisa diwujudkan dengan mengambil makna zhahir yang sangat jelas dari nash-nash tersebut tanpa melakukan takwil yang tercela.

Serta dengan bersandar pada pemahaman sahabat dalam memahami dalil-dalil tersebut. Di mana mereka berpegang dengan zhahir nash dan meyakini apa yang ditunjukkan olehnya.

Mereka juga tidak menempuh jalan takwil atau tafwidh dalam memahami nash-nash tentang akidah. Akan tetapi mereka menempuh jalan iman dan menerima secara pasrah semua yang datang dari nash-nash tersebut.

Merekalah yang hidup pada zaman turunnya wahyu dan menyertai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan tidak dinukilkan dari mereka bahwa mereka menempuh jalan-jalan kesesatan sebagaimana yang ditempuh ahli kalam.

Referensi:
Mausu’ah Al-Aqidah wal Adyan wal Firaq wal Madzahib Al-Mu’ashirah, 4/2092-2093

Diambil Dari Situs :
https://wikimuslim.or.id/akidah/#identifier_7_797

______
bimbinganislam.com | Follow IG, FB, TWT, TG, YT : Bimbingan Islam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hewan, Pepohonan, Tetumbuhan, Benda-Benda Mati Seluruhnya Bertasbih kepada Allah..

Bagaimana jika terlanjur beli perhiasan perak secara online ??