Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Metode Pengambilan Aqidah Islam

  Metode Pengambilan Akidah Islam Ini Wajib Kita Ketahui! Akidah Islam adalah akidah shahihah (akidah yang benar). Akidah ini berdiri di atas metode istimewa dalam hal pengambilan akidah dan pendalilannya. Metode yang dimaksud adalah metode yang ditempuh oleh Salafus Shalih (generasi pendahulu yang shalih) dari kalangan para sahabat dan para ulama yang mengikuti mereka dengan baik. Dan metode ini berdiri di atas pokok-pokok sebagai berikut: 1. Sumber Utama Pengambilan Akidah Terbatas Pada Wahyu. Yaitu dengan bersandar dengan Al-Quran dan Sunnah serta berpegang teguh dengannya, baik dalam hal keyakinan maupun amalan. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bag...

Bagaimana jika terlanjur beli perhiasan perak secara online ??

 Bila Terlanjur Beli Perak Secara Online (Padahal Haram) Pertanyaan: Semoga ustadz dan tim selalu dalam lindungan Allah, izin bertanya bagaimana jika sudah terlanjur beli perak secara online? Apakah perak tersebut boleh dipakai atau bagaimana ustadz? Syukron wa jazaakumullah khairan. (Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam) Jawaban: Beli perak secara online termasuk transaksi yang tidak diperkenankan, karena perak dan uang adalah dua barang ribawi yang memiliki kesamaan illat/sebab pengharaman yang sama, jadi ketika membeli perak haruslah dengan cara kontan dan langsung, tanpa cicil dan tanpa tunda. Jika sudah terlanjur terjadi transaksi tersebut, maka apa yang perlu dilakukan? Ada dua kemungkinan kondisi orang yang melakukan bentuk transaksi terlarang di atas: Pertama: Jika sang pelaku sebelumnya belum tahu bahwa transaksi tersebut terlarang, maka jika kondisinya demikian, tidak ada dosa baginya. Kedua: Jika pelaku sebelumnya sudah tahu bahwa akad yang demikian...

Jangan kau putuskan tali silaturrahmi

 Ada yang masih bermusuhan dengan saudara kandungnya, bahkan menyimpan sejuta kejengkelan pada orang tuanya sendiri. Hati-hati saudaraku, jangan campakkan dan putus tali silaturahim (silaturahmi) itu, karena akibatnya sangat mengerikan. وَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ  رضي الله عنه  قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ  صلى الله عليه وسلم  :لَا يَدْخُلُ اَلْجَنَّةَ قَاطِعٌ – يَعْنِي: قَاطِعَ رَحِمٍ. Dari sahabat Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (Muttafaqun ‘alaih, HR. Bukhari, no. 2984 dan Muslim, no. 2556). Ustadz Fadly Gugul, S.Ag Sumber artikel : Telegram Tausyiah Bimbingan Islam 

Hukum wanita bekerja

  Bolehkah Perempuan Bekerja? Boleh, Asalkan… Pertanyaan: Izin bertanya. Bagaimana jika anak perempuan merantau/kerja ke luar rumah karena harus membiayai sekolah adik? Hal ini disebabkan orang tua tidak punya uang lagi karena dibuat mencicil hutang riba. Ortu ada anak laki-laki, tapi beliau tidak bisa membantu ortu karena keadaan ekonominya jg kurang. (Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam) Jawaban: Pada dasarnya, membiayai adik sekolah itu adalah tanggung jawab bapak kepala rumah tangga, bukan tugas kakaknya. Apalagi ia adalah anak perempuan. Bagi ibu dan anak dalam keluarga tidak berkewajiban untuk memberikan nafkah untuk keluarga. Dan pendidikan agama anak, termasuk nafkah yang wajib dipenuhi oleh sang bapak. Karena ia bagian dari menjaga kelangsungan dan keselamatan keluarga di dunia dan akhirat. Hukum asalnya perempuan boleh saja bekerja selama tidak melanggar aturan syar’i, di antara syarat-syaratnya ialah: 1. Dengan tetap mengenakan hijab syar’i bila b...

Hukum menjadi Pramugari

 Hukum Wanita Bekerja Sebagai Pramugari dalam Islam Pertanyaan: Ustadz izin bertanya. Saya pernah membaca bahwasannya pekerjaan sebagai Pramugari adalah pekerjaan yang haram untuk muslimah karena berpergian jauh tanpa mahram. Apakah begitu Ustadz? Dan bagaimana dengan kasus seperti, study tour, kuliah beasiswa di luar negeri, perjalanan dinas kerja, apakah hal tersebut juga haram? Jazakallahu khair. Barakallahu fiik. (Ditanyakan oleh Sahabat BIAS via Instagram Bimbingan Islam) Jawaban: Bekerja sebagai pramugari untuk perusahaan penerbangan mengharuskan perempuan bepergian ke luar negeri tanpa mencari izin dari suami (jika sudah menikah), karena hal ini telah dianggap biasa dan tanpa diiringi mahram seperti yang terjadi dalam kenyataan. Bekerja demikian, wanita lebih cenderung bergaul bebas dengan laki-laki dan melihat mereka, juga bercampur baur dengan kru dan awak pesawat laki-laki dalam waktu yang lama, serta ada juga dengan cara yang melanggar hukum-hukum syariat lain, yang semu...

Menundukkan pandangan di jalan raya

  Menundukkan Pandangan di Jalan Raya Pertanyaan: Afwan ustadz, ingin menanyakan perihal “menghadapi fitnah di jalan raya”. Karena sering kalau kita pergi di jalan raya, terutama di kota-kota besar, banyak aurat ‘berseliweran’ baik di depan, belakang, kiri, kanan, terutama di sekitar lampu lalu lintas. Bagaimana sikap/amalan kita ketika menghadapi perihal seperti ini? (Sahabat BIAS N05 G-01) Jawaban: Masing-masing kita mengalami apa yang penanya alami, tiada daya dan upaya, tiada perlindungan dan kemuliaan, tiada keselamatan serta kebahagiaan melainkan dari Allah datangnya. Hendaknya kita bertakwa kepada Allah ta’ala di keramaian maupun di saat kesendirian kita. Dan senantiasa menjaga keimanan dengan cara selalu menuntut ilmu syar’i. Karena seiring matangnya ilmu agama yang kita miliki, kita akan semakin takut untuk melanggar larangan-larangan Allah. Di antara hal yang akan mencegah kita terhindar dari fitnah serta perbuatan keji lagi mungkar adalah senantiasa menjaga shalat berjam...

Definisi sunnah

  Ihya'us Sunnah, Menghidupkan Sunnah Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam Ada perbedaan pandangan di antara muhadditsin (ahli hadits), ushuliyyin (ahli ushul), fuqoha (ahli fiqh) dalam memahami makna sunnah. Perbedaan ini lumrah karena para ulama memahami definisi sunnah berdasarkan latar belakang disiplin ilmunya masing-masing. Meski demikian para ulama sepakat bahwa kata sunnah secara bahasa berarti thoriqoh yaitu jalan atau siroh yaitu peri hidup (An-Nihayah 2/409, Lisanul Arob 17/89) Maka jika disebut "sunnah Rosulillah ﷺ" pengertiannya adalah jalan hidup beliau ﷺ atau petunjuk beliau ﷺ atau cara beragama beliau ﷺ baik yang menyangkut hal wajib maupun anjuran. Adapun sunnah menurut para salaf memiliki makna yang lebih luas yaitu setiap perkara yang sesuai dengan kitabullah dan petunjuk Nabi ﷺ serta pemahaman para shohabat baik dalam hal i'tiqod (keyakinan) maupun ibadah. Sunnah menurut para salaf di atas maknanya berlawanan dengan kata bid'ah sebagaimana ta...

Perbedaan antara Qadha dengan Qadar

 🌏 SEJENAK MENYELAMI MAKNA QADHA' DAN QADAR Artikel Aqidah dan Manhaj Qadha secara bahasa adalah ketetapan. Demikian juga Qadar yaitu hukum dan ketetapan. Berkaitan dengan maknanya secara istilah, maka qadar adalah: takdir Allah terhadap segala sesuatu yang ada sesuai dengan ilmu-Nya yang telah mendahului nya dan terkandung dalam hikmahNya. Sedangkan hubungan antara Qadha’ dan Qadar, maka ada beberapa pendapat di kalangan para ulama: Pertama, Qadar adalah taqdir, qadha’ adalah penciptaan. Kedua, Sebaliknya, yaitu qadha’ adalah ilmu yang terdahulu, dimana Allah telah menetapkan dengannya pada zaman azali, sedangkan qadar adalah terjadinya penciptaan sesuai dengan ketetapan yang telah lalu. Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah bersabda: وَتُؤْمِنُ باِلْقَدْرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ “…Dan engkau beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk..” (HR. Muslim) Akal yang benar memastikan bahwa Allah lah pencipta alam ini dan pengaturnya. Apabila demikian, maka tidak ada yang terjadi ...

Hukum menulis nama di pemakaman

Para ulama terbagi menjadi tiga pendapat dalam memahami hadits-hadits di atas. Jumhur ulama mengatakan bahwa menulis pada kuburan hukumnya makruh. Ini pendapat Malikiyah, Syafi’iyah, Hanabilah, dan Abu Yusuf Al-Hanafi. Pendapat kedua adalah ulama yang mengatakan bahwa menulis pada kuburan hukumnya terlarang secara mutlak. Karena terdapat hadits yang melarangan dan hukum asal larangan adalah haram. Hal ini disebabkan ditakutkan terlalu berlebihan terhadap orang-orang sholeh tertentu. Sedangkan pendapat ketiga adalah pendapat ulama yang mengatakan bahwa menulis pada kuburan itu boleh hanya jika ada kebutuhan. Ini pendapat Hanafiyah dan juga dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Ini pendapat yang rajih insyaallah. sumber: konsultasisyariah.com Via Telegram : Suara al-Iman

Aqidah Salaf tentang "di mana Allah"?

  Para Salaf Mengimani Allah Tinggi Di Atas Arsy-Nya, Bukan Di Mana-Mana .. Rosulullah ﷺ dan para shohabatnya bukanlah orang-orang yang terkontaminasi oleh ilmu kalam dan filsafat sehingga mengimani dan menetapkan ketinggian Allah di atas Arsy-Nya itu mudah tidak serumit orang-orang belakangan. Begitupula dengan para ulama yang istiqomah mengikuti sunnah (petunjuk) Rosulullah ﷺ dan para shohabat beliau seluruhnya mengimani ketinggian Allah di atas Arsy-Nya. Al-Imam Al-Baihaqi dengan sanadnya menukilkan manuskrip yang dibacakan oleh Syaikh Abu Bakr Ahmad bin Ayyub tentang madzhab Ahlussunnah, الرحمن على العرش استوى بلا كيف والآثار عن السلف في مثل هذا كثيرة وعلی هذه الطريق يدل مذهب الشافعي رضي الله عنه وإليها ذهب أحمد بن حنبل والحسين بن الفضل البجلي ومن المتأخرين أبو سليمان الخطابي “Dzat Allah tinggi berada di atas Arsy-Nya, tanpa menanyakan bagaimana hakikatnya dan atsar para salaf terkait masalah ini sangatlah banyak. Di atas jalan inilah madzhab Asy-Syafii rodhiyallahu ‘anhu, ma...

Dakwah Tauhid berat bagi orang musyrik

 *Dakwah Tauhid Terasa Berat Bagi Orang-Orang Musyrik* 💎💫🌨🕌 🔖 Alloh berfirman: كبر على المشركين ما تدعوهم إليه "Amat berat bagi orang-orang musyrik apa yang kamu seru mereka kepadanya". (QS. Ay-Syuro: 13). 🔖 Qotadah berkata: أنكرها المشركون، وكبر عليهم شهادة أن لا إله إلا الله، فصادمها إبليس وجنوده، فأبى الله تبارك وتعالى إلا أن يمضيها وينصرها ويفلجها ويظهرها على من ناوأها "orang-orang musyrik mengingkarinya (dakwahmu), amat berat bagi mereka syahadah La Ilaha IllaLLoh, iblis dan pasukannya menolaknya, Alloh Tabaroka Wa Ta'ala tidak menghendaki selain menyempurnakannya, menolongnya, menampakkannya, dan memenangkannya atas orang yang memusuhinya". (📙Tafsir Ibnu Jarir 20/482). 🔖 Ibnu Jarir berkata tatkala menafsirkan ayat ini: كبر على المشركين بالله من قومك يا محمد ما تدعوهم إليه من إخلاص العبادة لله، وإفراده بالألوهية والبراءة مما سواه من الآلهة والأنداد "amat berat bagi orang-orang musyrik kepada Alloh dari kaummu wahai Muhammad apa yang kamu seru ...

Shalat kadang disebut tasbih

 *Shalat Terkadang Juga Disebut Tasbih* عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُسَبِّحُ عَلَى ظَهْرِ رَاحِلَتِهِ حَيْثُ كَانَ وَجْهُهُ يُومِئُ بِرَأْسِهِ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَفْعَلُهُ " _Dari Ibnu 'Umar radhiallahu'anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bertasbih di atas punggung hewan tunggangannya ke arah manapun ia menghadap, dengan cara memberi isyarat dengan kepala Beliau". Dan Ibnu 'Umar juga melakukan hal yang demikian itu_". Muttafaq 'Alaihi. وفي رواية : كَانَ يُوتِرُ عَلَى الْبَعِيرِ Dalam sebuah riwayat lain: " _Rasulullah ﷺ dulu pernah melakukan witir di atas untanya_." ولمسلم: غَيْرَ أَنَّهُ لَا يُصَلِّي عَلَيْهَا الْمَكْتُوبَةَ Dalam riwayat Muslim: " _Namun beliau tidak melakukan shalat wajib di atas tunggangan_." وللبخاري: إِلَّا الْفَرَائِضَ Dalam riwayat Al-Bukhari: " _kecuali shalat fardhu_". *Ibnul-Mulaqqin* menjelaskan: Makna يسبّح bertasbih disini ad...

Semangat share yang bermanfaat

  *Posting, Share, Like, dan Coment, Bukan Rekam Jejak Yang Berlalu Begitu Saja*. Mari kita tengok apa yang sudah kita ketik, tulis, posting ,share, like dan semisalnya selama ini. Lalu sejenak simak dan tadabburi firman Alloh berikut: (إِنَّا نَحۡنُ نُحۡیِ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَنَكۡتُبُ مَا قَدَّمُوا۟ وَءَاثَـٰرَهُمۡۚ ) " _Sungguh, Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan_". [Surat Ya-Sin :12] Dan juga simak dan renungi pula sabda Rosululloh shollallohu'alaihiwasallam berikut: مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا ، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنْ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا " _Barangsiapa mengajak kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala sebanyak pahala yang diperoleh orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurang...

Ber-akhlak baiklah terhadap keluargamu

 *Di Luar Rumah Bagaikan Madu, Di Dalam Rumah Bagaikan Bawang Merah* Banyak diantara kita yang lebih pandai dan bisa berakhlak baik di luar rumah dengan teman, guru , dan orang lain. Namun tidak atau belum bisa berakhlak baik di dalam rumah dengan keluarganya, isteri dan anak-anaknya. Sampai sebagian orang Arab berkata : في خارج البيت عسل وفي داخل البيت بصل Di luar rumah bagaikan madu , Di dalam rumah bagaikan bawang merah. Dalam hadits yang diriwayatkan dari berbagai jalur, Rosululloh shollalohu'alaihi wasallam bersabda: خيركم خيركم لأهله "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap kelurganya". 📆26 Muharrom 1443 Sumber artikel : ✍⛺Telegram : ( Ustadz ) irsyadhasan_bin_isaansori4

Sekilas tentang ke-ngerian ash-Shiraat

  *Mari sejenak membayangkan diri kita di atas ash-Shirath* Al-Qurthubi rahimahullah menuturkan, فتفكر الآن فيما يحل بك من الفزع بفؤادك إذا رأيت الصراط ودقته، ثم وقع بصرك على سواد جهنم من تحته، ثم قرع سمعك شهيق النار وتغيظها، وقد كلفت أن تمشي على الصراط مع ضعف حالك واضطراب قلبك وتزلزل قدمك، وثقل ظهرك بالأوزار المانعة لك من المشي على بساط الأرض فضلاً عن حدة الصراط، فكيف بك إذا وضعت عليك إحدى رجليك فأحسست بحدته واضطررت إلى أن ترفع القدم الثاني، والخلائق بين يديك يزلون ويعثرون، وتتناولهم زبانية جهنم بالخطاطيف والكلاليب، وأنت تنظر إليهم كيف ينكسون فتسفل إلى جهة النار رؤوسهم وتعلو أرجلهم، فيا له من منظر ما أفظعه، ومرتقى ما أصعبه، ومجاز ما أضيقه “Maka pikirkanlah sekarang, betapa gentar hatimu kelak, jika kamu melihat begitu kecilnya ash-Shirath, lalu tampak di matamu hitamnya neraka Jahannam di bawah sana, dan terdengar di telingamu gemuruh api dan desahnya. Sementara kamu dipaksa berjalan di atas ash-Shirath dalam keadaanmu yang lemah. Hatimu bergetar, kakimu goyah, dan punggungmu dibe...

Mengenal Allah 'Azza wa Jalla

  *Ilmu Mengenal Allah* Ilmu tentang Allah mencakup ilmu tentang nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Keyakinan bahwasanya Allah itu ada. Bahwa Dia ada di atas Arsy. Dia memiliki nama-nama yang maha indah dan sifat-sifat yang paling mulia sebagaimana yang disebutkan oleh diri-Nya sendiri maupun yang disebutkan oleh Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Ilmu bahwasanya Allah adalah Rabb (penguasa dan pemelihara) sedangkan selain-Nya adalah yang dikuasai dan diatur oleh-Nya. Bahwa Allah adalah pencipta sedangkan selain-Nya adalah makhluk ciptaan-Nya. Bahwa Allah adalah penguasa sedangkan selain-Nya adalah dikuasai oleh-Nya. Bahwa Allah adalah yang maha mengatur sedangkan selain-Nya adalah yang diatur. Termasuk juga di dalamnya adalah ilmu bahwasanya Allah adalah yang berhak untuk disembah. Tidak ada yang berhak menerima ibadah kecuali Dia. Ibadah itu meliputi perintah dan larangan. Perintah dikerjakan sedangkan larangan ditinggalkan. Demikian pula ibadah itu mencakup segala hal yang di...

Mengapa pembagian Tauhid itu penting ⚠️

  Tauhid Rububiyah Saja Tidak Cukup! Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bukanlah yang dimaksud dengan tauhid itu sekedar tauhid rububiyah yaitu keyakinan bahwa Allah semata yang menciptakan alam sebagaimana yang disangka oleh sebagian orang dari kalangan ahli kalam dan tasawuf. Bahkan, mereka menyangka apabila mereka telah menetapkan kebenaran hal ini dengan dalil maka mereka merasa telah mengukuhkan hakikat tauhid. Mereka beranggapan apabila telah menyaksikan dan mencapai tingkatan ini artinya mereka berhasil menggapai puncak tauhid. Padahal sesungguhnya apabila ada seseorang yang mengakui sifat-sifat yang menjadi keagungan Allah ta'ala, menyucikan-Nya dari segala sesuatu yang mencemari kedudukan-Nya, dan meyakini Allah satu-satunya pencipta segala sesuatu, tidaklah dia menjadi seorang muwahid sampai dia mengucapkan syahadat laa ilaha illallah; tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata, mengakui Allah semata yang berhak diibadahi, menjalankan ibadah kepada Allah dan tidak...

Pentingnya Tauhid yang benar

  Ternyata Orang Musyrik Lebih Paham Salah satu diantara keadaan umat akhir zaman yang sangat memprihatinkan adalah ketidakmengertian banyak orang yang mengaku muslim tentang makna kalimat tauhid. Banyak diantara mereka yang menyangka bahwa tauhid itu adalah dengan meyakini Allah itu satu dan tidak terbagi. Atau tauhid itu adalah meyakini Allah sebagai satu-satunya pencipta. Bagi mereka, orang yang sudah meyakini perkara-perkara ini telah mewujudkan maksud dari kalimat laa ilaha illallah. Karena makna kalimat ini -menurut mereka- adalah tidak ada pencipta selain Allah, tidak ada pemberi rizki selain Allah, dsb. Padahal keyakinan semacam ini yang oleh para ulama biasa disebut dengan tauhid rububiyah adalah perkara yang telah diimani oleh kaum musyrikin di masa silam. Allah berfirman (yang artinya), “Katakanlah; Siapakah yang memberikan rizki kepada kalian dari langit dan dari bumi, atau siapakah yang berkuasa menciptakan pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan y...

Dosa menyembunyikan kebenaran

  Dosa menyembunyikan kebenaran من أعظم الآثام وأشدها عقوبة كتمان الحق الذي أنزله الله، والتلبيس على الناس، وإضلالهم عن الهدى الذي جاءت به الرسل. "Salah satu dosa yang paling besar dan paling berat hukumannya ialah menyembunyikan kebenaran yang diturunkan oleh Allah, mengelabui, dan menyesatkan manusia dari petunjuk yang dibawa oleh para Rasul." - Al-Mukhtashar fii Tafsiir Al-Quraan Al-Kariim hlm. 24 - ♻ Silakan disebarluaskan ═══ ¤❁✿❁¤ ═══ Sumber artikel : *Telegram : ayobelajartauhid ═══ ¤¤ ═══

Tentang menjawab adzan

 *Menjawab Untaian Kalimat Adzan* عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ " _Dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila kalian mendengar azan, maka jawablah seperti apa yang diucapkan muadzin_." Muttafaq 'Alaihi . *Ibnul-Mulaqqin* menjelaskan: 📌 Perintah menjawab adzan ini bersifat Nadb (sunnah) menurut jumhur Ulama, dan disebutkan bahwa sebagian ulama berpandangan wajib. 📌 Keumuman hadits ini mendapatkan pengecualian, yaitu pada ucapan muadzin: حي على الصلاة حي على الفلاح (hayya'alatain), maka dijawab dengan: لا حول ولا قوة إلا بالله (hauqolah), sebagaimana yang terdapat pada hadits 'Umar Rodhiallohu'anhu di Shohih Muslim. 📌 Disukai (disunnahkan) jawaban tersebut diucapakan langsung setelah setiap kalimat adzan diucapakan, tidak berbarengan dengan kumandang muadzin, dan tidak juga telat darinya, ini dalam...

Pentingnya Ilmu dan keikhlasan dalam beramal

 *Ilmu, Amal, dan Ikhlas* 🥇🏅🎖 *Ibnul-Qoyyim* berkata: لو نفع العلم بلا عمل لما ذم الله سبحانه أحبار أهل الكتاب ولو نفع العمل بلا إخلاص لما ذم المنافقين " _Seandainya ilmu itu tanpa amal bermanfaat niscaya Alloh tidak mencela orang-orang alim ahli kitab. Seandainya amal itu tanpa ikhlas bermanfaat niscaya Alloh tidak mencela orang-orang munafik_". 📘 Al-Fawaid (hal.  45) 📆19 Syawwal 1440  Ustadz  ✍⛺️ irsyadhasanabuabdan Sumber : Telegram Catatan Irsyad Hasan

Cara generasi salaf ketika menghibur

 📷 JANJI SELANJUTNYA ADALAH SURGA Ibnul Jauzi rahimahullahu ta'ala mengatakan, "Dahulu generasi salaf saling menghibur dan mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Sesungguhnya kesulitan di kehidupan dunia hanyalah beberapa hari yang sedikit saja, dan janji selanjutnya adalah surga." 📚 Shifatus Shafwah, jilid 1, hal. 122. 🔄 Free Share Kebaikan untuk keluarga, kerabat, teman dekat, dan kaum muslimin.  Sumber : Telegram Suara al Iman ▫️▪️▫️▪️▫️▪️▫️         Jazakumullahu Khairan.