Tentang menjawab adzan
*Menjawab Untaian Kalimat Adzan*
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ
" _Dari Abu Sa'id Al Khudri, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Apabila kalian mendengar azan, maka jawablah seperti apa yang diucapkan muadzin_."
Muttafaq 'Alaihi
.
*Ibnul-Mulaqqin* menjelaskan:
📌 Perintah menjawab adzan ini bersifat Nadb (sunnah) menurut jumhur Ulama, dan disebutkan bahwa sebagian ulama berpandangan wajib.
📌 Keumuman hadits ini mendapatkan pengecualian, yaitu pada ucapan muadzin: حي على الصلاة حي على الفلاح (hayya'alatain), maka dijawab dengan: لا حول ولا قوة إلا بالله (hauqolah), sebagaimana yang terdapat pada hadits 'Umar Rodhiallohu'anhu di Shohih Muslim.
📌 Disukai (disunnahkan) jawaban tersebut diucapakan langsung setelah setiap kalimat adzan diucapakan, tidak berbarengan dengan kumandang muadzin, dan tidak juga telat darinya, ini dalam rangka beramal sesuai lahiriyyah hadits Abu Sa'id di atas, karena ada huruf Fa" فقولوا (maka jawablah) yang itu disebut Fa" Ta'qib (فاء التعقيب) huruf Fa" yang berfungsi menunjukkan sesuatu yang segera terjadi atau dilaksanakan lansung setelah sesuatu lain ada.
📓الإعلام بفوائد عمدة الأحكام (٢/ ٤٧٠ - ٤٧١).
📆24 Muharrom 1443
✍⛺
Ustadz
irsyadhasanabuabdan
Sumber :
Telegram Catatan Irsyad Hasan
Komentar
Posting Komentar